<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-25794618</atom:id><lastBuildDate>Sun, 01 Mar 2009 08:36:26 +0000</lastBuildDate><title>petualangan JAUNE</title><description></description><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (mbakDos)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-7009568945991401311</guid><pubDate>Wed, 19 Nov 2008 16:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T00:04:38.418+07:00</atom:updated><title>36 Desa Volk Siap Berpesta</title><atom:summary type='text'>Desa Volk sekarang tampak mirip sekali dengan rumahnya. Bahkan, yang bukan berwarna putih pun, seperti tanaman dan rumah-rumah penduduk, tetap dihias agar seolah-olah berwarna putih dengan pita-pita berwarna putih disekelilingnya.Jaune takjub melihatnya. Sungguh luar biasa desa itu. Memang, pemandangan di desa Volk ini tidak seindah pemandangan di rumahnya.Jaune dan Vann Thom tiba di tempat pesta</atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/11/36-desa-volk-siap-berpesta.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-8281544291949927507</guid><pubDate>Fri, 14 Nov 2008 09:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-14T16:35:14.233+07:00</atom:updated><title>35 Warna Putih untuk Kaisar</title><atom:summary type='text'>SEPERTINYA pesta ulang tahun Kaisar Nikolai kali ini akan sangat meriah. Persiapan yang dilakukan pun tidak seperti biasanya.Pesta akan diadakan di dekat air terjun dan rumah mango, seperti tahun-tahun sebelumnya. Semua pohon yang tumbuh di desa itu akan dihias dengan pita-pita berwarna putih, warna yang selama ini tidak pernah ada di desa Volk. Pita-pita itu akan diikatkan di tiap dahan </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/11/35-warna-putih-untuk-kaisar.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-278279070919395143</guid><pubDate>Fri, 07 Nov 2008 14:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-07T21:45:11.014+07:00</atom:updated><title>34 Menyambut Kepulangan Jaune</title><atom:summary type='text'>“Apa yang membuatmu sedih begitu?” tanya Ayah saat menemui Nero di kamarnya.“Jaune… seperti bukan Jaune yang kukenal, Ayah… Aku… aku merasa kehilangan dia.”Ayah tersenyum. Ia segera menghampiri Nero dan memeluknya, “Tentu saja tidak. Kau tidak pernah kehilangan dia, Nero.”“Tapi aku sudah kehilangan Jaune, Ayah.”“Tidak, Nero. Mungkin sekarang kau hanya sedang sangat merindukannya. Lagipula, Jaune </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/11/34-menyambut-kepulangan-jaune.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-5451955473096284652</guid><pubDate>Mon, 03 Nov 2008 16:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-03T23:24:45.388+07:00</atom:updated><title>33 Belum Saatnya Pulang</title><atom:summary type='text'>“Aku tidak ingin membuat semua orang menjadi terkejut. Jika aku mengatakannya, mereka pasti tidak akan percaya bahwa aku adalah sama dengan mereka.”“Tapi bukankah kalau begitu sama saja kau membohongi mereka?”“Tidak. Aku tidak membohongi mereka. Saat Frau Schön menanyakan apakah aku menguasai bahasa lain, aku menjawab bahwa aku menguasai Bahasa Perancis dan Bahasa Inggris. Bukan berarti aku tidak</atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/11/33-belum-saatnya-pulang.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-2436864106761545637</guid><pubDate>Thu, 30 Oct 2008 16:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-30T23:28:12.670+07:00</atom:updated><title>32 Nero Datang Berkunjung!</title><atom:summary type='text'>“Nero? Kaukah itu, Nero?” tanya Jaune tidak percaya, melihat siapa yang ada di situ. Jaune lalu menyingkirkan bantal dari pelukannya. Ia cepat-cepat meraih tubuh Nero, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.“Aku rindu sekali padamu!! Kenapa baru sekarang kau datang mengunjungiku?” tanyanya lagi.Diangkatnya tubuh Nero tinggi-tinggi, membuat Nero menjerit ketakutan.“Lepaskan! Lepaskan aku, Jaune!”Jaune </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/10/32-nero-datang-berkunjung.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-1891254523634915833</guid><pubDate>Tue, 28 Oct 2008 16:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-28T23:54:38.213+07:00</atom:updated><title>31 Kabar Gembira untuk Semua</title><atom:summary type='text'>“Wizard, aku berhasil memindahkan gelas dan piring itu hanya dengan sekali mencoba saja. Luar biasa, bukan?!” kata Jaune dengan senang sekali saat ia dan Vann Thom datang mengunjungi Wizard di rumah mango.“Tentu saja. Kau pasti senang sekali,” kata Wizard sambil terus memasukkan bahan-bahan ke dalam kuali besar di atas api yang membara.“Aku senang sekali. Dan kau tahu, semua teman langsung </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/10/31-kabar-gembira-untuk-semua.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-7476575921650117728</guid><pubDate>Sun, 26 Oct 2008 13:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-26T20:32:40.551+07:00</atom:updated><title>30 Makan Siang Usai Sekolah</title><atom:summary type='text'>Kaisar Nikolai ternyata sudah menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan Jaune dan Vann Thom. Ia duduk di perpustakaan dan memerintahkan seseorang untuk menyampaikan kepada Jaune dan Vann Thom agar langsung menuju perpustakaan begitu mereka tiba.Jaune sangat senang bertemu lagi dengan Kaisar. Hampir saja ia meledak dengan rasa senang yang ada dalam hatinya.“Bagaimana sekolahmu hari ini, Woody?” </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/10/30-makan-siang-usai-sekolah.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-8944358514006897031</guid><pubDate>Wed, 19 Mar 2008 16:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-19T23:59:11.630+07:00</atom:updated><title>29 Belajar Ilmu Sihir</title><atom:summary type='text'>Jaune merasa sangat malu sekali. Ia pun cepat-cepat berdiri, dan membersihkan pakaiannya, “Mi scuzi, Frau. (baca: Maafkan saya, Frau.)”Frau Schön terkejut mendengarnya, “Parla lei Italiano? (baca: Kau bisa berbahasa Itali?)” tanya Frau Schön.Belum pernah ia mendengar ada anak Volk seusia itu dapat berbicara Bahasa Italia. Selama ini, mereka hanya diajarkan Bahasa Jerman saja.“Si, un poco, (baca: </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/03/29-belajar-ilmu-sihir.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-1134633386981691909</guid><pubDate>Sun, 09 Mar 2008 05:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-09T12:33:42.520+07:00</atom:updated><title>28 Hari Pertama Bersekolah</title><atom:summary type='text'>Dengan riangnya, Jaune berjalan menggandeng tangan Vann Thom. Sesekali sambil melompat-lompat, membuat rambut jabriknya bergerak-gerak ditiup angin.Hari ini adalah hari pertamanya bersekolah. Vann Thom akan mendaftarkannya menjadi murid di sekolah yang sama dengan teman-teman Jaune.Sejak semalam, Jaune telah mempersiapkan apa saja yang akan dibawanya untuk belajar di sekolah. Semua perlengkapan </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/03/28-hari-pertama-bersekolah.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-5908612139456214126</guid><pubDate>Tue, 04 Mar 2008 17:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-05T00:08:12.477+07:00</atom:updated><title>27 Hari Sudah Malam</title><atom:summary type='text'>Terkejutlah Jaune saat melihat api yang keluar dari mulut Draco. Api itu tidak berwarna merah seperti api yang selalu dilihatnya. Api itu berwarna hijau, seperti warna tubuh Draco. Ranting pohon yang jatuh, yang baru saja disemburi api oleh Draco, berubah menjadi abu yang juga berwarna hijau.“Wah… apinya berwarna hijau, bagus sekali. Abunya juga berwarna hijau. Bagaimana kau dapat membuat semua </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/03/27-hari-sudah-malam.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-4358467878307741751</guid><pubDate>Wed, 06 Feb 2008 08:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-06T15:07:27.634+07:00</atom:updated><title>26 Naga Sungguhan</title><atom:summary type='text'>Naga hijau itu menjulurkan kepalanya ke arah di mana Jaune dan Kaisar berada. Draco tersenyum, “Tentu saja. Lagipula, bagaimana aku bisa tidur kalau ada yang menggangguku?” tanya Draco dengan suara berat seraya mendekatkan kembali kepalanya ke arah Jaune.Jeritan Jaune semakin keras, membuat Kaisar dan Draco tertawa.“Cukup, Draco. Jangan kau takut-takuti dia seperti itu. Lihat, kau telah </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/02/26-naga-sungguhan.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-4663049938356278427</guid><pubDate>Sat, 26 Jan 2008 02:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-26T09:30:18.131+07:00</atom:updated><title>25 Draco dan Danau Warna-Warni</title><atom:summary type='text'>Ternyata, Jaune sedang berkeliling mengamati barang-barang yang ada di kamar itu. Wizard tertawa melihat wajah Jaune yang tampak sangat serius. Ia mendekati Jaune, membuatnya terkejut.Penampilan Wizard sama saja dengan yang lain. Hanya saja, Wizard mengenakan gelang berwarna putih mengkilap berbentuk sayap di pangkal lengan kanannya dan berbentuk tengkorak tersenyum di pangkal lengan kirinya. </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2008/01/25-draco-dan-danau-warna-warni.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-33955258522388135</guid><pubDate>Thu, 26 Apr 2007 17:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-27T00:44:49.496+07:00</atom:updated><title>24 Rumah Mango Milik Penyihir</title><atom:summary type='text'>Jaune membelalakkan matanya. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kaisar, “Sungguh? Kaisar bersungguh-sungguh?”Kaisar tersenyum dan menganggukkan kepalanya.“Tapi… aku harus bersekolah, Kaisar. Aku juga belum mengatakan apa-apa pada kakek dan nenek. Lalu apa yang harus kukatakan pada ayah?”Kaisar tidak dapat menahan tawanya melihat Jaune kegirangan.“Kirimkanlah surat kepada ayah dan </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2007/04/24-rumah-mango-milik-penyihir.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-4004350551604034173</guid><pubDate>Thu, 12 Apr 2007 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-12T21:00:35.473+07:00</atom:updated><title>23 Menginap di Istana</title><atom:summary type='text'>BENAR saja apa yang dikatakan Ayah. Saat Jaune tengah bermain di taman bersama dengan anak-anak lainnya, Kaisar Nikolai yang sesungguhnya datang menghampiri.“Siapa kau? Aku belum pernah melihatmu.”Jaune segera berdiri, “Aku Dominic, Kaisar. Aku memang baru saja datang bersama dengan orangtuaku.”Kaisar Nikolai menganggukkan kepala, “Pantas saja. Kalau begitu, bagaimana jika kau ikut ke istanaku? </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2007/04/23-menginap-di-istana.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-7777974752969388881</guid><pubDate>Wed, 04 Apr 2007 08:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-04T15:45:25.419+07:00</atom:updated><title>22 Kaisar Ayah</title><atom:summary type='text'>“Nikolai...” Jaune tampak berpikir sejenak, “Kedengarannya lebih pas,” lanjutnya lagi, membuat Kaisar tertawa untuk yang kedua kalinya.“Tapi terlalu panjang kalau aku harus memanggilmu Kaisar Nikolai. Bolehkah aku memanggilmu Nikolai saja?”Kaisar tertawa, “Sebaiknya kau tetap memanggilku Kaisar Nikolai.”“Iya, kurasa juga begitu. Atau pengawalmu tadi pasti akan menangkapku, ‘kan?!”Kaisar tersenyum</atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2007/04/22-kaisar-ayah.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-6024936768367645312</guid><pubDate>Fri, 02 Mar 2007 01:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-03-02T08:08:27.839+07:00</atom:updated><title>21 Bertemu Kaisar</title><atom:summary type='text'>Jaune berlari-lari mendekati anak-anak yang tengah bermain di taman. Mereka yang melihat kedatangannya pun menjadi sangat keheranan.“Apais aid?*” tanya seorang anak kepada anak yang lainnya.“Kadit uhat. Uka muleb hanrep ayntahilem,*” sahut yang lain.Sejenak itu pula, mereka menghentikan semua permainan. Mereka memandangi Jaune yang semakin mendekat.Setelah ia benar-benar menginjakkan kaki di </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2007/03/21-bertemu-kaisar.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-5612195212187410620</guid><pubDate>Sat, 03 Feb 2007 16:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-02-03T23:03:03.329+07:00</atom:updated><title>20 Menjadi Volk Kecil</title><atom:summary type='text'>Jaune tidak mengerti, tugas apa yang harus dijalankannya.Ia memutuskan untuk turun saja. Dan ia pun mendaratkan kedua kakinya di taman bermain, di mana banyak anak yang tengah asik bermain dengan pasir berwarna-warni. Ada yang saling melempar bola pasir, ada yang membuat istana pasir, ada yang membuat tulisan-tulisan di atas pasir.Namun, di antara semua itu, yang paling mengejutkan Jaune adalah, </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2007/02/menjadi-volk-kecil.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-4146532033495229855</guid><pubDate>Tue, 23 Jan 2007 09:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-23T16:21:17.336+07:00</atom:updated><title>19 Volk yang Selalu Tersenyum</title><atom:summary type='text'>DIKEPAKKANNYA sayap menuju bumi. Tidak cepat, tapi juga tidak lambat. Jaune tidak berniat mempercepat perjalanannya itu sama sekali.Kali ini Nero yang mulai merasa tidak sabar.“Jaune, tidakkah sebaiknya kau terbang lebih cepat?”“Kenapa harus terburu-buru? Nanti aku juga akan sampai di sana.”“Iya, memang... Tapi masih banyak tugas yang harus kita kerjakan hari ini. Jika terbang dengan kecepatan </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2007/01/19-volk-yang-selalu-tersenyum.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-7965732376275424636</guid><pubDate>Sun, 14 Jan 2007 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-14T22:54:37.218+07:00</atom:updated><title>18 Teman Baru untuk Bertugas</title><atom:summary type='text'>“Tapi... kata Ayah tugasku sudah dimulai hari ini.”“Selalu begitu. Ayah selalu mengatakan hal yang sama kepada semua malaikat baru. Tapi maksud Ayah sebenarnya adalah bahwa kau memang sudah seharusnya berkeliling lebih dulu.”“Kenapa?”“Agar kau tahu seperti apa keadaan di bumi, lalu menemukan tempat di mana kau akan bertugas. Dan aku yakin, kau sudah menemukannya, kan?!”“Aku tidak tahu apakah </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2007/01/18-teman-baru-untuk-bertugas.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-116835613864738785</guid><pubDate>Tue, 09 Jan 2007 14:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-09T22:22:18.870+07:00</atom:updated><title>17 Mengecewakan Ayah</title><atom:summary type='text'>Jaune tengah duduk di tepi tempat tidurnya dengan gelisah. Sesekali ia duduk, kemudian berdiri dan berjalan mengelilingi kamar. Hal itu dilakukannya berulang-ulang, membuat Nero menjadi pusing karena terus melihatnya.“Jaune, bisakah kau duduk diam saja?”Jaune berdiri lagi, lalu berjalan, “Tidak.”Nero yang semula berbaring pun ikut berdiri, “Aku pusing melihatmu berjalan berputar-putar seperti itu</atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2007/01/17-mengecewakan-ayah.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-116746824055872056</guid><pubDate>Sat, 30 Dec 2006 08:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-12-30T15:44:00.856+07:00</atom:updated><title>16 Pulang dengan Tangan Hampa</title><atom:summary type='text'>Saat baru saja terbang beberapa saat, Gai dan Gros rupanya sudah menunggu. Mereka berdua akhirnya pulang bersama dengan Jaune. Nero pun menyusul.Setibanya di rumah, Ayah langsung datang menghampiri Jaune.“Bagaimana tugas pertamamu? Berapa banyak orang yang sudah kau bantu?”Jaune menarik kedua ujung bibirnya, “Ah, Ayah jangan pura-pura tidak tahu begitu. Ayah pasti sudah melihat kalau aku belum </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2006/12/16-pulang-dengan-tangan-hampa.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-116706248426094162</guid><pubDate>Mon, 25 Dec 2006 16:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-12-25T23:01:24.460+07:00</atom:updated><title>15 Desa Penuh Warna</title><atom:summary type='text'>Jaune berputar-putar beberapa saat. Dan, ia menghentikannya tiba-tiba saat dilihatnya sebuah desa kecil, yang tampak indah sekali. Jaune turun untuk melihat lebih dekat.Desa itu tidak terlalu besar. Namun, benar-benar meriah dengan warna-warni di sana-sini. Tanaman-tanaman yang tumbuh di situ tidak hanya berwarna hijau, seperti yang dilihat Jaune di permukaan bumi lainnya. Ada pohon yang berwarna</atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2006/12/15-desa-penuh-warna.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-116588694315354115</guid><pubDate>Tue, 12 Dec 2006 01:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-12-25T23:36:08.313+07:00</atom:updated><title>14 Turun ke Bumi</title><atom:summary type='text'>Jaune mengepakkan sayapnya perlahan. Ia terbang menuju bumi bersama dengan Nero. Mereka berdua akan bertugas. Sementara itu, Nero sudah tidak sabar menunggunya di belakang. Jaune terbang terlalu pelan, sedangkan mereka harus segera tiba di sana.“Jaune, apakah kau tidak terlalu pelan?” tanya Nero.Jaune menoleh, “Mmm... kurasa tidak. Lagipula, sayapku ini kan lebih kecil daripada yang lain. Mana </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2006/12/14-turun-ke-bumi.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-116434571151876771</guid><pubDate>Fri, 24 Nov 2006 05:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-12-25T23:35:23.716+07:00</atom:updated><title>13 Kekuatan Malaikat Istimewa</title><atom:summary type='text'>“Jaune, Ayah belum memberitahukan sesuatu kepadamu,” lanjut Ayah lagi.“Tentu saja. Ayah kan memang belum mengatakan kepadaku apa yang harus kulakukan.”“Bukan itu.”Tiba-tiba Nero menyahut, “Pasti mengenai kekuatan Jaune ya, Ayah?!”Belum sempat Ayah menjawab, Jaune sudah mendahului, “Kekuatanku? Kekuatan apa?”“Kekuatan seperti yang dimiliki oleh malaikat istimewa.”“Memangnya ada malaikat yang </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2006/11/13-kekuatan-malaikat-istimewa.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-25794618.post-116349702276541079</guid><pubDate>Tue, 14 Nov 2006 09:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-12-25T23:34:21.076+07:00</atom:updated><title>12 Berdebar Seperti Buah Tomat</title><atom:summary type='text'>“NERO, kau tahu tidak, bahwa mulai besok aku akan bertugas?” tanya Jaune kepada Nero, yang hampir terlelap.Nero tidak sanggup menjawab pertanyaan Jaune. Ia sudah terlalu mengantuk.“Ah, Nero! Kenapa kau diam saja?” Jaune menghampiri Nero yang tengah berbaring di atas tempat tidur.Jaune mengguncang-guncangkan tubuh Nero, namun Nero tidak juga bereaksi. Ia tahu, apa yang akan dibicarakan Jaune bisa </atom:summary><link>http://petualangan-jaune.blogspot.com/2006/11/12-berdebar-seperti-buah-tomat.html</link><author>noreply@blogger.com (mbakDos)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>